BIOGRAFI

 Nama: Rinda Revi Oktavia

Nim: 12001130

Kelas: PAI 1D

Deskripsi biografi: Sahabat kecil ku


Aku memiliki salah satu teman yang baik sekali dan ku memberi nama panggilan temanku ini dengan sebutan “Ciku”, ya itu merupakan nama yang cocok untuknya dengan wajahnya yang tampan dan cerah berseri, senyum yang manis dan tatpan mata yang tajam serta poster tubuh yang tinggi dan warna kulit yang kuning langsat dan rambut sedikit ikal merupakan ciri khas tersendiri. 

Ia merupakan seorang anak dari keluarga yang sederhana dan ayah adalah seorang guru dan ibunya seorang wirausaha. Tapi sayangnya ia tak seberuntung anak-anak lainnya karena pada saat ia masing kecil ayahnya meninggal dunia, sehingga ia harus membantu ibunya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Orangnya yang rajin dan tekun untuk membantu ibunya dan tanpa rasa malu sedikit pun ia rela berjualan kue keliling sambil sekolah pada saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara, kakak nya yang sudah berumah tangga dan ia harus menjadi tulang punggung serta pelindung bagi ibunya serta adiknya. 

Aku sudah sangat lama beretaman dengan dirinya dan ia merupakan satu-satunya teman lelaki yang dekat dengan aku. Aku mengenalnya dulu waktu masih duduk dibangku sekolah dasar, dan satu kelas dengannya. Dan pertemanan kami pun berlanjut sampai ke sokolah menengah, meskipun kami tidak satu kelas saat itu tapi kami masih berteman sangat baik. 

Sampai akhirnya kami dipertemukan satu kelas lagi pada saat duduk di bangku sekolah atas dan disini berteman yang kami jalin semakin erat. 

Hari demi hari hari kami lalui bersama waktu di sekolahan kami habiskan bercanda dan bersendau gurau dan tak hanya itu ternyata di luar sana dia juga aktif sebagai remaja masjid pada malam hari dan dengan tidak sengaja ternyata ia adalah seorang murid dari ustadz ku juga dan kami sama-sama belajar dan berjuang di pondok rumah tahfiz yang terletak tidak jauh dari rumah ku dan kebetulan juga tidak jauh dari rumahnya yaitu lebih tepat nya di surau Babusalam. 

Setelah aku cukup lama belajar dan berjuang di pondok rumah tahfiz ini aku mengetahui sebuah berita bahwa ia adalah seorang hafiz Quran yang selama ini sengaja ia rahasiakan dari orang-orang sebagai bentuk kerendahan hatinya. 

Awalnya aku tidak percaya dan tidak menyangka kalau dia adalah seorang hafiz quran dan akhirnya suatu ketika semua itu terbukti pada saat aku dan kelurga ku mengadakan hotmil quran dirumah ku yang pada saat itu ia melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan lantangnya dan tanpa sedikit pun ia melihat ayat tersebut di dalam Al-Qur’an dan secara sepontan ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah tertanam dalam ingatannya dengan mudahnya ia lantunkan tanpa salah atau meleset sedikit pun. 

Dan dengan sekita air mata ku keluar tanpa aku sadari dan saat itu yang ada dalam pikir dan benakku adalah bahwa aku sangat terharu dan masih tidak menyangka bahwa seseorang yang selama ini aku kenal sebagai orang yang pendiam tapi kadang juga sangat asik dan selalu bercanda pada saat itu dia benar-benar serius dan mendalami apa yang dilantunkannya. 

Ketekunan dan keuletan dirinya untuk berjuang dan belajar agar ia menjadi seorang hafiz quran sangat besar dan tak hanya itu ia juga bekerja membantu ibunya dan kerjaan sampingan jika ada yang memerlukan tenaga iya siap membantu. 

Dan tanpa rasa letih dan tidak mengeluh uang hasil jerih payahnya ia tabung sedikit demi sedikit dan akhirnya ia bisa melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi. 

Tanpa kami sadari ternyata kami satu pemikiran untuk melanjutkan sekolah kami ke perguruan tinggi yaitu tepatnya di IAN Pontianak dan aku sebagai temannya merasa bangga bahwa ia kuliah dari uang hasil jeri payahnya sendiri. Oarng nya yang tabah dan tidak mengharapkan belas kasihan orang membuatnya di kagumi oleh beberapa masyarakat. 

Kami kuliah di kampus yang sama dan perjuangan kami saat mendaftar sangat luar biasa mulai dari pulang kehujanan karena minta bantuan pihak sekolah dan ternyata pada akhirnya pendaftaran nya sudah tutup dan pada saat itu aku sudah hampir putus asa karena mendengar pendaftarannya sudah tutup tapi ia bilang kepada ku dan berusaha menasehatiku sekaligus menyemangatiku bahwa dengan berkata “pendaftaran selanjutnya masih ada dan jika kalau sudah rezeki tidak akan kemana”. 

Dengan kalimat itu akhirnya ku tergugah untuk bangkit kembali dan melakukan pendaftaran yang selanjut alhamdulillah sejau ini belum ada masalah syarat demi sayarat kami berusaha penuhi agar bisa masuk dan akhirnya waktu tes ujian masuk pun tiba dan kami berdua berusaha dan melakukan ujian dengan arahan yang telah diberikan. 

Tak terasa waktu penguman pun tiba inilah saat dimana yang dinamti-nanti. Dan alhamdulillah itu merupakan hari yang paling membahagiakan untuk ku karena aku dinyatakan lulus dan resmi menjadi mahasiswa baru di IAIN Pontianak. 

Tapi disisi lain aku juga merasa sedih karna ia tidak lulus dan disitulah dirinya merasa terpukul sekali karna perjuangan dan pengorbanan selama ini tidak bebuah manis untuk nya. Aku sebagai temannya berusaha memberinya semangat dan berusaha membangkitkan semangatnya lagi untuk mendaftar ke pendaftaran yang selanjutnya. 

Dan alhamdulillah setelah ia mendaftar ke pendaftaran yang selanjutnya akhirnya ia lolos dan keterima di kampus IAIN Pontianak pada saat itu ia merasa sangat bahagia sekali dan ibunya merasa bangga kepadanya. 

Tidak sampai situ perjuangan kami justru masih panjang dan itu hanyalah awalnya saja. Setelah kami tahu bahwa bisa kelas sendiri maka kami memutuskan untuk memilih kelas yang sama dan pada akhirnya kami sangat kecewa sekali karena ternyata keputusan dari pihak kampus berubah dan kelasnya sudah diatur dan lebih kesal lagi kami tidak satu kelas. 

Meskipun kami tidak satu kelas tapi semua kegiatan dan tugas dari kampus kami kejakan bersama-sama. Jika aku memiliki kesulitan dalam mengerjakan tugas kuliah maka dia lah orang pertama yang akan membatu ku dan begitupun sebaliknya. Sangking dekatnya kami sampai-sampai ada bilang kalau kami ini adalah kakak beradik padahal aslinya tidak kami hanyalah teman dari kecil dan aku sudah menganggapnya seperti abang ku sendiri. 

Tidak hanya jalinan pereteman kami saja yang kuat tapi juga jalinan antara kedua orang tua ku dan ibunya juga baik. Dia juga sering kerumah ku bahkan hampir setiap hari jika ada banyak tugas dia kerumahku untuk mengerjakan tugas nya bersama-sama. 

Begitupun dengan aku jika aku perlu bantuannya maka aku main kerumah dia. Dan kebetulan jarak antara rumah kami tidak terlalu jauh. Orangnya yang sangat taat dan sholeh menjadikan aku kagum sekaligus salut pada dirinya. Sosoknya yang berpenampilan sederhana dan sopan menjadikan dirinya banyak di sukai dan disegani orang lain.

Komentar